Ibu Rumah Tangga Bisa Menghasilkan Uang

Ibu Rumah Tangga Bisa Menghasilkan Uang – “Makanya ibu rumah tangga harus pintar mencari uang, jangan hanya mengandalkan suami!” “Jadi ibu rumah tangga harus mengubah waktu luangnya menjadi uang.” “Menjadi ibu rumah tangga bukan hanya tentang menjadi cantik dan tahu cara memasak, kamu juga harus mendapatkan uang.”

Dan masih banyak lagi jargon-jargon yang sering ditulis ibu-ibu milenial di media sosial, entah itu cerita pribadi atau untuk keperluan promosi produk/bisnis untuk menarik perhatian. Ya, dari jargon – jargon diatas saya menyimpulkan bahwa produktivitas itu harus menghasilkan uang. Apakah kamu tidak setuju?

Ibu Rumah Tangga Bisa Menghasilkan Uang

Sebagai ibu matre, ya, saya matre (pada tempatnya). Tidak dapat disangkal bahwa semua yang kita butuhkan dapat dibeli dengan uang kecuali cinta. Eaaaa… Apalagi sebagai petarung sejak kuliah, saya sangat mengerti betapa sulitnya hidup jika tidak punya banyak uang. Saya bukan dari keluarga kaya tetapi memiliki tekad yang besar untuk mengenyam pendidikan. Gaji dari orang tua hanya cukup untuk kebutuhan pokok, untuk menutupi pengeluaran lain atau sekedar untuk memenuhi keinginan saya sendiri menjadi penjual online yang unik. Dahulu, sekitar tahun 2010, jumlah penjual online yang berjualan di media sosial tidak sebanyak saat ini. Setelah saya lulus kuliah, saya langsung bekerja dan mengundurkan diri saat akan melahirkan.

Ibu Rumah Tangga Berdaya Dari Rumah Bersama Komunitas Penulis Iidn

Ketika saya akan melahirkan, perasaan saya campur aduk. Senang karena saya akan punya anak dan membesarkan serta merawat mereka dengan tangan saya sendiri, bingung karena saya akan menjadi ibu rumah tangga sejati, yaitu uang yang diperoleh suami saya, bukan uang saya sendiri yang akan saya bebaskan. Walaupun suami saya sangat baik, saya sering “nakal” ketika harus meminta uang untuk membeli barang-barang selain kebutuhan rumah tangga. Sebenarnya waktu saya masih bekerja, saya punya usaha sampingan dengan hasil yang lumayan, istilahnya bisa tambah – tambah beli pulsa. Tapi saya kehilangan mood ketika saya akan melahirkan, bahkan lebih buruk. Saya merasa bisa mandi dan keramas dengan tenang, alhamdulillah.

Hari demi hari saya berperan sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari hanya mengurus anak, membersihkan rumah, mencuci, mencuci, memasak, menyetrika dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Saya biasanya bosan dengan hari-hari saya yang begitu-begitu saja, tidak ada yang istimewa. Belum lagi perkataan orang-orang yang sangat menyayangkan status sarjana saya tidak bisa membeli karir cemerlang di dunia kerja. Fyuhhhh… membosankan, juga menegangkan!

Oke.. oke.. selama ini saya masih memiliki pola pikir yang sama dengan orang – orang yang produktif pasti menghasilkan uang. Anak-anak tumbuh dewasa, tapi aku hanya manusia seperti itu. Saya pernah mencoba melamar pekerjaan, namun tidak mudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan status saya sebagai ibu rumah tangga dengan anak yang masih kecil.

See also  Demo Idn Slot

Lelah mencari pekerjaan yang cocok tapi tidak ketemu, saya mencoba peruntungan menjual baju anak murah. Bagaimana tanggapan pasar? Alhamdulillah penjualan mereka seperti kacang goreng, tapi kendalanya adalah modal. Saya yang saat itu mengandalkan modal dari pencairan BPJS Ketenagakerjaan merasa belum siap mengalokasikan seluruh uang hasil pencairan untuk menjual baju anak. Sedangkan yang namanya jualan baju relatif modalnya besar untungnya kecil. Belum lagi barang reject, retur, motif tidak sesuai dan lain sebagainya. Pakaian memang tidak mudah rusak seperti makanan, tapi fashion mengubah namanya dengan sangat cepat, bukan? Ah, mungkin saya belum punya mental entrepreneur!

Catatan Hati Ibu Bahagia: Cara Mendapatkan Uang Dari Kisah Keseharian Ibu Rumah Tangga

Saya akhirnya pasrah dengan nasib dan takdir saya menjadi ibu rumah tangga. Melakukan pekerjaan rumah yang biasa saya lakukan setiap hari. Sampai suatu hari saya tercengang saat suami saya mengatakan bahwa saya harus tetap produktif, meski hasilnya bukan uang. Walaupun tidak mendapatkan materi, setidaknya kita bisa memberikan pahala dan kebaikan untuk bekal nanti. Aduh, di mana aku baru sadar? Ha ha ha ha…

Saya ingat perjuangan suami saya sebagai guru honorer yang harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bukannya saya tidak bangga dengan pekerjaannya sebagai guru, tapi miris saja melihat dia yang harus mengajar juga kerja serabutan. Saya pernah menyarankan agar saya berhenti mengajar dan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, terutama dari segi keuangan. Tapi suami saya tetap pada pendiriannya, menjadi guru sambil bekerja sampingan. Menurutnya mengajar adalah bagian dari pengamalan ilmu.

Hingga akhirnya suami saya mencoba mengikuti ujian CPNS di Kementerian Agama Jawa Barat pada akhir tahun 2018 dan alhamdulillah lulus. Saya tidak mengatakan bahwa menjadi ASN adalah tujuan dari perjalanan hidup, justru dari sinilah perjalanan kita dimulai dari awal. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi ASN adalah salah satu pekerjaan impian banyak orang.

Ya, menunaikan tugas sebagai ibu rumah tangga sejati, dong! Sama seperti hari-hari sebelumnya. Tapi sekarang saya menjalaninya dengan lebih ikhlas, santai, tanpa rasa minder atau merasa seperti orang yang tidak berharga. Padahal, semua berawal dari pemikiran kita, ketika pemikiran kita positif maka akan menghasilkan sesuatu yang positif dan sebaliknya. Di sela-sela waktu senggang, saya juga menyempatkan diri untuk menulis di blog yang sudah lama saya kerjakan.

See also  Gladiator Slot Demo

Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Yang Menghasilkan Uang

Sebenarnya, saya selalu ingin menjadikan blog ini sebagai ladang penghasilan. Ya… itu hanya bekerja di rumah. Kebetulan, Google Adsense juga menerima blog saya. Mungkin ya, bisa… karena awalnya saya tidak menikmatinya, saya tidak ikhlas, dan saya terlalu profit oriented. Akhirnya saya jarang posting, paling sebulan sekali postingnya acak-acakan (oh sekarang malah tulisan saya kurang bagus. Ehehehe). Ditambah lagi hubungan dengan anak saya kurang baik, saya sering menyalahkan anak saya yang susah tidur karena blog saya tidak diurus. Aduh… maafkan ibumu nak!

Setelah itu, saya pun teringat obrolan pribadi dengan Mak Lasmicika, anggota komunitas KEB (Blogger Mom Collection). Saat itu, saya mengatakan bahwa saya membuang banyak waktu di dunia blogging. Saya sudah lama ngeblog tapi agak susah mengatur waktu untuk menulis, apalagi setelah punya bayi karena anak saya tipe yang susah tidur. Kalaupun harus begadang untuk menulis, saya juga butuh istirahat karena capek mengurus anak seharian sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Jawaban Mak Lasmi menenangkan saya, katanya tidak ada tangkapan dan mengurus si kecil itu jarang. Dalam hidup, selalu ada hal-hal yang didahulukan. Ah, peluk erat buat Mak Lasmi. Saya harap saya bisa terus belajar menulis tanpa mengabaikan urusan keluarga.

Intinya, menjadi ibu rumah tangga dengan usaha sampingan atau sambil bekerja adalah pekerjaan yang sangat mulia. Dapat pahala ngurus keluarga, dapat gaji atau penghasilan juga. Namun, bukan berarti ibu rumah tangga yang hanya mengurusi pekerjaan rumah disebut “tidak produktif”. Berusaha mengerjakan semua pekerjaan rumah, ngurus anak, ngurus istri, solat dan sebagainya, itu juga kegiatan produktif kan? Pokoknya jangan memandang orang lain dengan kacamata sendiri dan sebaliknya. Setiap rumah tangga memiliki jalur mata pencahariannya masing-masing. Ada yang mencari nafkah melalui suami istri yang sama-sama bekerja, ada juga yang nafkahnya hanya melalui suami bahkan banyak istri yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan seorang suami yang dapat menjadi support system terbaik bagi istrinya.

Boleh saja seorang suami meminta istrinya untuk lebih produktif dari sekedar mengerjakan pekerjaan rumah, tapi ya harus didukung semaksimal mungkin. Bantulah suami Anda untuk memiliki lingkungan yang baik di rumah, misalnya saat Anda berlibur, usahakan untuk mengajak anak Anda keluar rumah agar istri Anda bisa melakukan sesuatu di rumah. Dan para suami juga harus ingat bahwa jika istri bekerja, baik di dalam maupun di luar rumah dan kemudian mencari nafkah, tidak mengurangi kewajibannya menafkahi Anda! Jadi, kalaupun suami produktif dari dalam rumah, intinya untuk perkembangan dirinya sendiri.

See also  Arti Dari Gong Xi Fa Cai

Bisnis Ibu Rumah Tangga Modal Kecil Dan Lebih Fleksibel

“Saya gagal menjadi sarjana dengan pekerjaan, saya juga gagal melanjutkan karir di dunia kerja, tetapi saya tidak ingin gagal sebagai ibu rumah tangga” Bisnis Cocok untuk Ibu Rumah Tangga dengan Anak Kecil – Menjadi ibu rumah tangga tidak menghentikan perempuan untuk aktif dan berkreasi sesuai dengan keinginan dan minatnya. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa tugas ibu rumah tangga untuk mengurus keluarga setiap hari menyita banyak tenaga, tidak jarang ibu rumah tangga merasa lelah.

Meski para suami sudah berpenghasilan, para perempuan yang terbiasa mandiri ini tidak bosan dengan pekerjaan sehari-hari mengurus rumah. Oleh karena itu, ibu rumah tangga membuka usaha yang bisa dijalankan secara fleksibel.

Artikel ini mengupas tentang bisnis dan pekerjaan yang cocok untuk ibu rumah tangga. Jika Anda memiliki anak kecil dengan sedikit waktu luang, Anda masih bisa menyelesaikan pekerjaan. Bisnis Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Ada banyak daftar bisnis untuk ibu rumah tangga. Beberapa bisnis bisa dilakukan di rumah tanpa mengganggu waktu keluarga. Berikut beberapa contoh usaha yang cocok untuk ibu rumah tangga : 1. Membuka Les Privat atau Bimbingan Belajar

Contoh Kegiatan Me Time Untuk Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan yang cocok untuk ibu rumah tangga pertama adalah membuka les atau les privat. Anda masih memiliki waktu luang, karena saat mengajar les privat bisa fleksibel. Saat ini les privat yang paling dibutuhkan adalah mata pelajaran sekolah, namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka yang memiliki beberapa bakat misalnya musik, menggambar dan memasak juga bisa membuka bakatnya dalam les privat. 2. Desainer Grafis

Kebutuhan akan desain di era digital saat ini sedang meningkat, lebih dari hampir semua bisnis

Cara ibu rumah tangga menghasilkan uang sendiri, pekerjaan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang, cara ibu rumah tangga menghasilkan uang, kesibukan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang, kegiatan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang, ibu rumah tangga menghasilkan uang, kerajinan ibu rumah tangga yang menghasilkan uang, cara ibu rumah tangga bisa menghasilkan uang, cara menghasilkan uang bagi ibu rumah tangga, tips ibu rumah tangga menghasilkan uang, pekerjaan ibu rumah tangga yang bisa menghasilkan uang, cara menghasilkan uang untuk ibu rumah tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *